Ketika Quadruple Menjadi Angan: Kisah Tragis Inter Milan Musim 2024/2025

Ketika Quadruple Menjadi Angan: Kisah Tragis Inter Milan Musim 2024/2025 – Musim 2024/2025 seharusnya menjadi tahun kejayaan bagi Inter Milan. Tim asuhan Simone Inzaghi tampil luar biasa sejak awal musim, dengan performa yang stabil di Serie A, meyakinkan di Liga Champions, dan tetap kompetitif di Coppa Italia. Bahkan, peluang meraih quadruple—empat gelar dalam satu musim—sempat menjadi pembicaraan hangat di kalangan penggemar dan media. Namun, sepak bola tidak selalu berjalan sesuai skenario indah. Inter Milan akhirnya harus menelan kenyataan pahit dengan kegagalan di semua kompetisi utama.

1. Awal Musim yang Menjanjikan

Inter Milan memulai musim dengan penuh optimisme. Mereka tampil dominan di Serie A, memimpin klasemen hampir sepanjang musim. Di Liga Champions, mereka melaju dengan meyakinkan hingga mencapai final. Di Coppa Italia, mereka juga menunjukkan performa solid dan menjadi favorit juara. Bahkan, pelatih Simone Inzaghi sempat menyatakan bahwa timnya berpeluang meraih empat gelar, termasuk Piala Dunia Antarklub.

2. Coppa Italia: Awal dari Kejatuhan

Harapan quadruple mulai runtuh ketika Inter Milan harus menyerah di semifinal Coppa Italia dari rival https://nuancesalonspa.com/ sekota, AC Milan. Kekalahan ini tidak hanya memupus satu peluang trofi, tetapi juga menjadi peringatan dini bahwa musim tidak akan semudah yang dibayangkan.

3. Serie A: Satu Poin yang Menjadi Pembeda

Di Serie A, Inter Milan bertarung hingga pekan terakhir dalam persaingan ketat dengan Napoli. Sayangnya, satu poin menjadi jarak yang tak bisa dijembatani. Napoli meraih scudetto, sementara Inter hanya bisa memandang podium juara dari posisi kedua—terlalu dekat, tetapi tetap gagal meraih gelar.

4. Final Liga Champions: Malam Kelam di Munich

Puncak tragedi datang di Allianz Arena, pada malam final Liga Champions. Lawan mereka bukan sembarang tim: Paris Saint-Germain (PSG). Namun, siapa sangka, Inter justru mencatat sejarah yang kelam. Kekalahan 0-5 dari PSG menjadikan mereka tim dengan skor kekalahan terbesar dalam sejarah final Liga Champions.

5. Reaksi Simone Inzaghi dan Masa Depan Inter Milan

Pelatih Simone Inzaghi mencoba tetap berdiri tegak usai malam yang menyesakkan itu. Ia tahu, kata-kata tak bisa menghapus rasa sakit. Namun, ia tetap berbicara: > “Kami perlu belajar dari kekalahan Spaceman Slot dan tampil lebih kuat. Ini menyakitkan seperti final Istanbul. Itu pertandingan yang berbeda. Paris selalu menjadi yang pertama menguasai bola. Kami harus tampil lebih baik,” ujarnya.

Inzaghi merujuk pada kekalahan Inter di final Liga Champions 2023 dari Manchester City. Waktu itu, Inter bangkit dan menjuarai Serie A musim berikutnya. Sebuah pembuktian bahwa kegagalan bisa menjadi bahan bakar kebangkitan.

Kesimpulan

Musim 2024/2025 yang awalnya penuh harapan bagi Inter Milan akhirnya berubah menjadi kisah tragis. Dari impian quadruple, mereka harus puas dengan tanpa gelar utama. Namun, sejarah Mahjong Ways telah membuktikan bahwa Inter adalah tim yang mampu bangkit dari kegagalan. Akankah mereka kembali lebih kuat di musim berikutnya? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Exit mobile version